KEINGINAN TANPA KESUNGGUHAN ADALAH KEGILAAN
Oleh: Siti Nurrohmah
Coba pikirkan kembali, apa makna kerja keras bagimu? Apakah kerja keras berarti kita harus bekerja tanpa pantang menyerah meskipun kesulitan dan halangan selalu datang? Kalau kamu merasa bahwa sukses hanya datang karena bersakit-sakit dahulu, apakah itu dibenarkan?
Hidup ini seimbang, jika kita bekerja keras tanpa harus bersakit-sakit dahulu kenapa tidak? Karena, sekarang, besok, ataupun nanti kamu harus tetap bahagia dengan kesuksesaanmu yang dilandasi oleh kerja keras. Bekerja keras hanya akan menghabiskan waktu, terutama jika kamu tidak mendapatkan hasil apa-apa setelahnya. Maka dari itu, ada yang lebih efektif daripada kerja keras, yaitu bekerja kreatif. Bekerja kreatif adalah strategi pintar untuk mencapai tujuan. Dengan bekerja kreatif, kamu akan menemukan hal-hal baru. Kamu juga tidak harus membuang waktu yang berharga demi kata bekerja keras yang pada hasilnya tidak semaksimal yang kamu harapkan.
Agar mendapatkan apa yang kamu inginkan pastilah ada harapan serta effort yang harus diperjuangkan, sama halnya dalam menuntut ilmu. Para pencari ilmu dengan sendirinya akan tertuntut, lalu tanpa mereka sadari akan diperbudak oleh ilmu itu sendiri karena memang butuh atau saking cintanya. Tentunya dengan segala usaha yang mereka kerahkan. Sebenarnya mengenai ilmu itu sendiri, apakah memang begitu penting untuk dipelajari dan adakah keistimewaan tersendiri?
Allah SWT dalam firmannya telah banyak menyebutkan berbagai keistimewaan para penuntut ilmu, misalnya dalam Q.S. Al-Mujadalah: 11
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ ا ُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
"Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
Dalam kitab Ta’lim al-Muta’alim karya Imam al-Zarnuji pun disebutkan:
تعلم فإن العلم زين لأهله # وفضل وعنوان لكل المحامد
وكن مستفيدا كل يوم زيادة # من العلم واسبح في بحور الفوئد
Belajarlah! Karena ilmu adalah perhiasan bagi pemiliknya, menjadi keutamaan serta menjadi pertanda setiap perilaku terpuji. Usahakan setiap hari untuk mendapatkan ilmu dan berenanglah dalam lautan hal-hal bermanfaat (Imam al-Zarnuji, Ta'lîm al- Muta'alim, Beirut: halaman 61)
Menuntut ilmu adalah hal yang sangat penting. Karena ilmulah pengendali pikiran dan tolok ukur perilaku seseorang. Maka tidak heran jika para pencari ilmu berkelana hingga rela meninggalkan keluarganya serta tempat tinggal demi mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. mereka rela melakukan hal ini karena mereka tahu kalau keutamaan akan ilmu seyogyanya dapat menjadikan setiap para pencari ilmu senantiasa bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
Bentuk kesungguhan dalam mencari ilmu dapat dilihat dari bagaimana penuntut ilmu menjalani prosesnya dan cara menekuni kegiatan yang ada dalam setiap rangkaian prosesnya, tidak hanya hasil akhir yang ditunggu. Mereka dituntut untuk mengaji dan rajin belajar dengan bersungguh-sungguh sebagai bentuk jihadnya. Dalam hal ini diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Yahya ibn Katsir:
لايستطاع العلم براحة الجسم
“Ilmu tidak dapat diperoleh dengan kenyamanan diri (fisik). (HR. Imam Muslim)
Hadist tersebut menerangkan bahwa ilmu tidak bisa didapatkan dengan bermalas-malasan. Banyak yang menjelaskan bahwa setiap kali kita mengejar tujuan yang mulia, makin besar pula effort yang harus kita keluarkan untuk mewujudkannya, serta tantangan yang harus dihadapi. Dalam hal ini pun, Habib Zein ibn Ibrahim mengatakan dalam kitabnya Man Jadda Wajadda "Setiap kemuliaan pencari ilmu akan ditambah kesulitan atau kepayahannya dalam memperoleh ilmu. Karena suatu kemuliaan tidak dapat diraih hanya dengan mudah ataupun bersantai ria, kehormatan tidak bisa didapatkan kecuali dengan gigih dan ketelatenan diri.”
Tidak hanya itu saja, Imam Suyuti juga menuturkan bahwa “Ilmu tidak dapat diraih hanya dengan harapan atau keinginan semata. Hanya mereka yang sungguh-sungguh mencari, yang bersedia mengorbankan kenyamanan, memisahkan diri dari keluarga, dan menghadapi tantangan dengan berani, yang dapat mencapainya. Mereka yang bersedia menjelajahi berbagai bidang, menghadapi kesulitan, dan membuka pintu-pintu ilmu di malam yang sunyi. Mereka yang berupaya mencapai keutamaan dan memahami hal-hal yang mendalam." ('Al-Ashbah wal-Nadhair).
Demikianlah, hendaknya pencari ilmu selalu berusaha dengan sungguh-sungguh dan memperbanyak menelaah berbagai ilmu untuk meraih apa yang ia inginkan. Apapun cita-cita dan keinginan seseorang, jika diiringi dengan kesungguhan, maka insya Allah akan terwujud. Jika tidak diiringi dengan kesungguhan dan tidak rela mengorbankan waktu, tenaga, maupun pikiran, maka itu adalah kegilaan. Seseorang belum dapat dikatakan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, jika dia belum mendapatkan kepayahan yang sangat dalam menuntut ilmu. Allah akan memberikan jalan keluar untuk kesungguhan tersebut.
Selamat menjalani samudra pengetahuan dan semoga setiap gelombang membawamu kepada pulau-pulau kebijaksanaan yang baru. Tetaplah gigih dalam pencarian ilmu, karena di setiap petualangan, tersembunyi harta karun pengetahuan yang tak terbatas. Selamat mengeksplorasi para pencari ilmu!
Rahasia keberhasilan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali.
-The Alchemist, Paulo Cuelho-
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pelukan dan Ciuman di Tempat Umum, Sudahkah Dianggap Biasa?
Oleh: Muslih Al Badri, S.Hum. Ngeri. Fenomena kemesraan yang bebas ditampilkan di tempat umum, seperti pelukan dan ciuman tanpa ikatan sah, menjadi pemandangan yang semakin bia
Menjadi Guru Ideal Itu Sulit!
Oleh: Miftahurrohman Menjadi seorang guru adalah impian banyak orang. Penulis pernah melakukan sebuah survey sederhana dengan memberikan pertanyaan “Cita-cita-mu nopo, Le
Kenali Tingkat Pikiran Kita Yuk!
Oleh: Muslih Al Badri, S.Hum. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita berkumpul dengan teman, kolega, saudara, tetangga dan lainnya, selalu saja ada yang kita diskusikan, kita
Punya Anak Kok Malah Mondok? Mau Jadi Apa?
Oleh: Achmad Fauzi, S.S. Memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati adalah cita-cita setiap orang tua. Tidak peduli apapun rintangannya, orang tua akan berjuang habis-habisa
BAPAK… IBU… ANDA HARUS TAHU!!!
Oleh: Khamid, M.Pd. Fenomena dekadensi moral sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, beberapa tahun belakangan ini tampak makin parah sejalan dengan pesatnya perkembang
Hadiah dari Tuhan
Oleh: Siti Badriyah, S.Psi. Menjadi guru bukan hal mudah. Selain dituntut memiliki pengetahuan, kita juga dituntut memiliki akhlak yang baik. Belum lagi tuntutan administrasi y

