Kenali Tingkat Pikiran Kita Yuk!
Oleh: Muslih Al Badri, S.Hum.
Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita berkumpul dengan teman, kolega, saudara, tetangga dan lainnya, selalu saja ada yang kita diskusikan, kita bincangkan dan kita rumpikan. Tapi, apa yang kita bicarakan? Nah, ada tiga golongan tipe seseorang berdasarkan level berpikir seseorang menurut Eleanor Roosevelt yaitu great minds discuss ideas; average minds discuss events; small minds discuss people. Disinilah kita bisa mengukur diri masuk tingkat yang mana dari tiga tingkat pemikiran di bawah ini.
Tingkat pertama; tingkat tertinggi. Biasanya orang dengan tipe ini akan membicarakan ide-ide. Pemilik pikiran ini fokus pada diskusi tentang konsep, teori, dan ide mendalam yang memperkaya pemikiran dan memperluas wawasan manusia. Berfokus pada analisis informasi dan pemahamannya secara mendalam, dan berbagi idenya dengan cara yang kreatif dan inspiratif. Berusaha untuk perubahan positif dalam masyarakat dengan mengajukan solusi inovatif untuk masalah.
Tingkat kedua; tingkat menengah. Mayoritas orang di level ini berbicara tentang peristiwa: Pikiran ini fokus pada peristiwa terkini dan diskusi tentang detail dan dampaknya. Berbagi berita dan informasinya dengan orang lain, dan menganalisis peristiwa dari sudut pandangnya sendiri. Berkontribusi dalam menyebarkan kesadaran dan pengetahuan tentang berbagai isu.
Tingkat ketiga; tingkat rendah. Sering kali ditemukan tipikal kelompok ketiga ini sering membicarakan peristiwa dan membicarakan orang lain (fokus gosip). Pikiran ini fokus pada gosip dan berbicara tentang kehidupan orang lain secara negatif. Berbagi berita pribadi dan rumor tentang mereka dan membuat penilaian tanpa pengetahuan yang cukup. Berkontribusi dalam menyebarkan pengaruh negatif dan menyebabkan kerusakan pada orang lain.
Satu contoh kasus misalnya kita sedang dihadapkan dengan masalah ekonomi/ usaha yang sedang bangkrut. Orang yang berpikir tingkat tinggi akan berpikir penyebab kebangkrutan, mencari terobosan untuk bangkit, dan berusaha berbagi ilmu dan membekali pengetahuan kepada anak atau keluarga yang meneruskan usahanya agar tidak mengalami hal serupa. Sedangkan orang berpikiran sedang akan lebih fokus pada penyebab kebangkrutan dan berusaha mengevaluasinya. Nah, berbeda halnya dengan orang yang berpikir rendah. Mereka akan selalu mengeluh, menyalahkan orang lain, bahkan berprasangka buruk ada yang mengguna-guna.
Terkadang tidak terasa, banyak orang (mungkin juga kita) yang sehari-hari hanya membincang hal kecil, memburu hal kecil, bertengkar urusan kecil dan bahkan membincang sesuatu yang unfaidah.
Padahal, dalam hadis Nabi sudah dijelaskan bahwa ciri keislaman seorang yang baik adalah:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
“Di antara bagusnya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tak berguna (bermanfaat) baginya.”
Komentar
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pelukan dan Ciuman di Tempat Umum, Sudahkah Dianggap Biasa?
Oleh: Muslih Al Badri, S.Hum. Ngeri. Fenomena kemesraan yang bebas ditampilkan di tempat umum, seperti pelukan dan ciuman tanpa ikatan sah, menjadi pemandangan yang semakin bia
Menjadi Guru Ideal Itu Sulit!
Oleh: Miftahurrohman Menjadi seorang guru adalah impian banyak orang. Penulis pernah melakukan sebuah survey sederhana dengan memberikan pertanyaan “Cita-cita-mu nopo, Le
Punya Anak Kok Malah Mondok? Mau Jadi Apa?
Oleh: Achmad Fauzi, S.S. Memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati adalah cita-cita setiap orang tua. Tidak peduli apapun rintangannya, orang tua akan berjuang habis-habisa
KEINGINAN TANPA KESUNGGUHAN ADALAH KEGILAAN
Oleh: Siti Nurrohmah Coba pikirkan kembali, apa makna kerja keras bagimu? Apakah kerja keras berarti kita harus bekerja tanpa pantang menyerah meskipun kesulitan dan halangan s
BAPAK… IBU… ANDA HARUS TAHU!!!
Oleh: Khamid, M.Pd. Fenomena dekadensi moral sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, beberapa tahun belakangan ini tampak makin parah sejalan dengan pesatnya perkembang
Hadiah dari Tuhan
Oleh: Siti Badriyah, S.Psi. Menjadi guru bukan hal mudah. Selain dituntut memiliki pengetahuan, kita juga dituntut memiliki akhlak yang baik. Belum lagi tuntutan administrasi y


SEMOGA KITA SELALU BERFIKIR POSITIF