Negeri Para Siluman
Fabel karya Achmad Zaini Dahlan (9A)
Di suatu negeri, tinggallah kumpulan manusia yang sebagian besar penduduknya merupakan jelmaan dan beberapa hewan liar (siluman). Diceritakan di dunia lain ada seorang anak yang tangguh dan bercita-cita menjadi pengembara waktu. Anak itu bernama Beth. Di saat dia sedang terlelap pada tidurnya, dia bermimpi bertemu dengan seseorang yang tidak dikenal dan berkata,"Kau diundang ke negeri dimana banyak siluman berada di negeri tersebut."
Seketika anak tersebut bangun dari tidurnya. Keesokan harinya, anak tersebut pergi mencari tahu tentang negeri yang ada di mimpinya, tiba-tiba saja datang dari atas langit menuju ke rumahnya. Seketika itu orang misterius ini menghampiri dengan berkata, "Ayo cepat!! Sekarang ikut saya!!!
"Siapa kamu? Dari mana kamu?" Beth bertanya dengan kebingungan dan penuh dengan rasa kepanikan.
"Tidak usah banyak bicara! Ikutlah bersamaku !" jawab orang misterius itu dengan nada besar dan tegas.
Bersamaan dengan itu, munculah sebuah portal besar di tembok yang sepertinya ingin menghisap mereka berdua. Kemudian terhisaplah mereka berdua di portal tersebut hingga akhirnya mereka berada di sebuah tempat yang sangat indah pemandangannya.
Beth pun kemudian merasa janggal dengan tempat ini karena penduduk dari tempat ini sebagian besar berwajah hewan liar, tetapi bertubuh manusia (siluman). Mereka dapat menjadi manusia dan berubah ke wujud aslinya kembali. Di situlah awal petualangan Beth dimulai. Ternyata tempat itu bernama Siluma Land, dimana penduduknya semua adalah siluman yang dikisahkan zaman dahulu sebagai hutan antah berantah yang dihuni oleh ribuan ekor hewan. Higga suatu masa datanglah manusia-manusia purba yang mulai menyerang para hewan liar tersebut hingga akhirnya mereka saling berinteraksi dan melakukan perkawinan. Oleh karena itu, hewan dan manusia purba pun mulai berkembang biak. Banyak yang terlahir dan menjadi keturunan baru dari mereka. Petualangan Beth dimulai dengan dia tersesat di hutan. Beth bertemu salah satu siluman, yaitu Silusinga yang kemudian Beth dibawa oleh Silusinga ke rumahnya.
"Apakah perjalanan kita masih jauh?" tanya Beth kepada Silusinga.
"Oohh, tentu tidak," jawab Silusinga dengan yakin.
Ternyata rumah dari Silusinga berada di tengah hutan lebat dan sangat sepi dari penduduk. Setelah penantian panjang akhirnya sampailah Beth di rumah Silusinga. Di rumah Silusinga disambutlah Beth oleh kepala keluarga. Kepala keluarga mulai bertanya kepada Beth, "siapa kamu, Nak? Bagaimana caranya bis ke Siluman Land?"
"Aku terse-sat di sini dan terhisap oleh portal yang membawaku kesini. Bersamaan dengan itu ada orang misterius yang membawaku ke sini," jawab Beth dengan nada percaya.
"Sekarang tidurlah, Nak!" pinta kepala keluarga. Kemudiaan keesokan harinya, Beth diajak pergi bersama Silusinga ke tempat awal Beth tiba di Silumaland. Setelah menelusuri tempat kejadian ternyata ditemukanlah bongkahan permata dari sebuah portal. Yang mana ketika mencari bagian yang hilang dari bongkahan dan menggabungkannya, maka akan muncul portal tersebut.
"Ayo paman Silu! Bagaimana kalau kita mencari pasangan dan bongkahan batu tersebut
"Hmmm... Beth, mencari bongkahan batu tersebut tidak mudah. Kita harus mencari di kawasan puncak tertinggi di Silumaland, yaitu gunung Frost, yang mana gunung Frost itu dihuni oleh manusia-manusia iblis atau Silusatan yang merupakan musuh bebuyutan dari para
siluman," kata Silusinga.
"Ternyata begitu paman, adakah solusi lain untuk mengembalikan portal untuk kembali ke rumah?" tanya Beth khawatir.
"Beth! Untuk cara yang lain sih ada, tetapi sangat membahayakan dirimu. Caranya dengan kita menaiki kereta waktu. Untuk mencari kereta waktu itu tidak mudah. Kita harus menemui Pak Silu Cobra yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Akan tetapi, ada persyaratan yang harus kamu lalui, yakni kamu harus menumbalkan hewan yang bernama Corsius. Corsius adalah sejenis kuda putih yang mempunyai sayap empat. Corsius biasanya banyak ditemukan di lembah Situ Pitu.
"Baik paman, aku siap melaksanakannya dan menerima segala risiko yang ada," jawab Beth.
Kemudian pada malam hari, paman Silusinga dan Beth pergi mencari hewan Corsius di lembah Situ Pitu. Kebetulan sekali ada seekor Corsius yang sedang makan.
"Tangkapppp!!!" Dapatlah Beth dan Silusinga membawa
pulang seekor Corsius dan membawanya pulang.
Bersambung.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Jalan Pelan Sampai Tujuan
*Pantun karya Muhammad Najih Syihabudin 7C Jalan-jalan ke surabaya Jangan lupa berpamitan Jika bimbang sekolah dimana Mondok saja di Al-Iman Malam-malam beli kebab
RUMAH ASA
Cerpen karya Qina Naqiya Irdhina (8D) *Juara 2 Lomba Cipta Cerpen dengan Tema Pahlawan Hari Ini yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Abdurrahman Wahid MTs Al-Iman 02 Bulus Pagi hari
PENGORBANAN PENGABDI NEGARA
Cerpen karya Gesit Surya Kusuma (9A) *Juara 3 Lomba Cipta Cerpen dengan tema Pahlawan Hari Ini yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Abdurrahman Wahid MTs Al-Iman 02 Bulus K
Kekuatanku yang Fana
Puisi karya Raihan Hafiz Ramadhan (7A) Kuayunkan pedangku tuk memerangi nafsu Kutembakkan senapanku tuk memberantas malasku Kuledakkan bomku tuk menghancurkan kenakalanku Ku
MAGHRIB (Part 2)
Cerpen karya M Hafel Bimasina (9B) “Le, itu kamu nak?” suara Bapak kembali datang dari arah dapur. Aku ragu untuk menengok ke sana. Aku masih menunggu jawaban
Aku, Kamu, dan Pena
Puisi karya Aisyah Aqlina (9F) Ini bukan tentang kita Tapi tentang aku, kamu, dan pena pena yang menggoreskan sejarah baru tentang kita di atas buku putih dan biru &n
MONDOK
Cerpen Karya Aksa Byakta Diwangkara (7A) Malam itu terasa cepat sekali. Rasanya baru sekedip mata, tapi suara kokok ayam segera terdengar. Kukkuruyukkk. “Ali, bangun Nak. Sudah s
Harga Sebuah Pertemanan
Cerpen karya Siti Alifatul M (9D) Pagi ini matahari bersinar cerah. Di depan gedung SMA yang megah, dua orang siswi yang sangat akrab sedang bercengkrama. Mereka adalah Ca
Jaksa Muda
Cerpen karya M. Ikhsan Zain (9A) Mata Zeta melihat ke arah papan tulis yang berisikan materi-materi tentangm sejarah dan hukum-hukum. Zeta adalah siswa yang sangat rajin di kel

