Si Sombong dan Si Baik
Cerpen karya Anisa Nur Hapsari (9)
Pagi itu seorang gadis berseragam putih biru sedang berjalan ceria sambil bernyanyi. Ia adalah Fitri, murid kelas 1 MTs Ngeri Awan. Gadis pintar dan lugu itu juga sangat pandai berteman. Kebaikan hati Fitri membuat banyak orang menyukainya. Selain Fitri, ada gadis pintar lainnya di Negeri Awan, ia bernama Ita. Namun sayang, sikap Ita berbeda jauh dengan Fitri. Ita tak memiliki banyak teman. Ia hanya punya dua orang teman, yakni Lisa dan Lily. Mereka adalah gadis kembar.
Pada suatu pagi, Wali kelas Fitri dan Ita, yakni Bu Yanti memberikan pengumuman. Bu Guru mengatakan bahwa akan dilaksanakan lomba pidato dalam rangka HUT sekolah. Fitri dan Ita pun diminta menjadi perwakilan kelas untuk mengikuti lomba.
"Ibu akan meminta Fitri dan Ita menjadi perwakilan kelas untuk ikut seleksi lomba pidato ya teman-teman. Bagaimana, setuju?" tanya Bu Yanti pada anak-anak. " Ya Bu, setuju." Jawab anak-anak serempak. Fitri dan Ita pun tersenyum sambil mengangguk tanda menyanggupi.
Singkat cerita, mereka selalu latihan agar lolos seleksi. Sampai akhirnya, mereka tampil sangat memukau di hari seleksi lomba. Keduanya pun lolos seleksi dan akan mengikuti perlombaan. Setelah mendengar pengumuman, Ita langsung mengucap syukur dan berdo'a, "Alhamdulillah. Semoga besok bisa tampil lebih baik ya Allah. Amin."
Sementara Ita langsung berlari-lari ke ruang kelas dengan bangganya. "Tuh kan, aku pasti lolos dan akan jadi juara. Soalnya aku pernah menang lomba juga kelas 6 dulu. Jadi udah pasti lah aku bakal menang." kata Ita kepada teman-temannya setelah mengetahui hasil seleksi. Teman-temannya pun memberikan tepuk tangan sembari memberinya semangat. Sementara Ita langsung pulang dan mempersiapkan lomba.
Sampailah pada saat perlombaan. Fitri dan Ita berangkat bersama Bu Yanti ke tempat perlombaan. Bu Yanti pun memberikan motivasi untuk anak-anak. "Fitri, Ita, nanti di depan tampil yang maksimal ya. Tidak perlu grogi, tetap santai dan seperti latihan yang sudah kalian lakukan. Semoga menjadi juara." kata Bu Yanti. "Iya Bu, mohon do'anya ya." jawab Fitri.
Ita pun menanggapi Bu Yanti dengan santai,"Iya Bu, santai saja. Saya pasti menang kok. Soalnya saya udah biasa ikut lomba begini." Bu Yanti hanya tersenyum mendengar jawaban anak-anaknya.
Urutan lomba dilakukan dengan undian. Undian pertama dibuka dan ternyata yang muncul adalah nama Ita. Mendengar namanya dipanggil untuk pertama kali, Ita agak terkejut. Namun ia berusaha tersenyum dengan bangga. Ita pun maju ke depan. Sayang sekali, Ita justru malah lupa dengan teks pidatonya. Sehingga penampilannya tidak selesai. Setelah Ita, giliran Fitri maju ke depan. Ia tampil sangat memukau. Semua orang bertepuk tangan melihat penampilan Fitri. Melihat hal itu, Ita merasa sangat sebal.
Akhirnya pengumuman yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ya, Fitri pun keluar sebagai juara pertama. sementara Ita tidak mendapatkan juara. Bu Yanti pun memberikan selamat kepada Fitri. Ita yang merasa sedih pulang dengan berderai air mata. Dalam hati ia berkata, "Mungkin aku terlalu sombong, sehingga tidak sungguh-sungguh saat latihan. Lain waktu, aku pasti menang."
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Jalan Pelan Sampai Tujuan
*Pantun karya Muhammad Najih Syihabudin 7C Jalan-jalan ke surabaya Jangan lupa berpamitan Jika bimbang sekolah dimana Mondok saja di Al-Iman Malam-malam beli kebab
RUMAH ASA
Cerpen karya Qina Naqiya Irdhina (8D) *Juara 2 Lomba Cipta Cerpen dengan Tema Pahlawan Hari Ini yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Abdurrahman Wahid MTs Al-Iman 02 Bulus Pagi hari
PENGORBANAN PENGABDI NEGARA
Cerpen karya Gesit Surya Kusuma (9A) *Juara 3 Lomba Cipta Cerpen dengan tema Pahlawan Hari Ini yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Abdurrahman Wahid MTs Al-Iman 02 Bulus K
Kekuatanku yang Fana
Puisi karya Raihan Hafiz Ramadhan (7A) Kuayunkan pedangku tuk memerangi nafsu Kutembakkan senapanku tuk memberantas malasku Kuledakkan bomku tuk menghancurkan kenakalanku Ku
MAGHRIB (Part 2)
Cerpen karya M Hafel Bimasina (9B) “Le, itu kamu nak?” suara Bapak kembali datang dari arah dapur. Aku ragu untuk menengok ke sana. Aku masih menunggu jawaban
Aku, Kamu, dan Pena
Puisi karya Aisyah Aqlina (9F) Ini bukan tentang kita Tapi tentang aku, kamu, dan pena pena yang menggoreskan sejarah baru tentang kita di atas buku putih dan biru &n
MONDOK
Cerpen Karya Aksa Byakta Diwangkara (7A) Malam itu terasa cepat sekali. Rasanya baru sekedip mata, tapi suara kokok ayam segera terdengar. Kukkuruyukkk. “Ali, bangun Nak. Sudah s
Negeri Para Siluman
Fabel karya Achmad Zaini Dahlan (9A) Di suatu negeri, tinggallah kumpulan manusia yang sebagian besar penduduknya merupakan jelmaan dan beberapa hewan liar (siluman). Diceritak
Harga Sebuah Pertemanan
Cerpen karya Siti Alifatul M (9D) Pagi ini matahari bersinar cerah. Di depan gedung SMA yang megah, dua orang siswi yang sangat akrab sedang bercengkrama. Mereka adalah Ca

